Friday, April 19, 2013

Giveaway : Angel in The Books

Hai... ketemu lagi dengan saya disini. Setelah cukup lama menghilang, akhirnya saya bisa kembali mengadakan giveaway kecil-kecilan. Seperti judulnya, untuk giveaway kali ini temanya adalah angel. Itu artinya buku yang dihadiahkan dari giveaway kali ini akan memiliki karakter yang berhubungan dengan malaikat. Setelah mencai-cari hadiah yang tepat, akhirnya saya memutuskan bahwa hadiah yang dapat dipilih oleh pemenang giveaway kali ini adalah :


Berikut adalah ketentuan yang harus diperhatikan :
- Isi rafflecopter di bawah ini dengan benar
- Entry yang tidak memenuhi syarat akan di hapus
- Setiap orang hanya boleh ikut satu kali
- Berlaku untuk siapa saja yang berdomisili di Indonesia
- pemenang akan diumumkan pada tanggal 1 Mei 2013




Wednesday, April 17, 2013

Review : Perfect Match

Author : Jodi Picoult
Translator :Julanda Tantani
Kategori : Contemporary
Format : Paperback (504 halaman)
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama (Mei 2010)
Bahasa : Indonesia
ISBN- 13 : 978-9792257687



Deskripsi Goodreads :
Nina Frost, pengacara untuk anak-anak yang dianiaya. Bekerja keras memastikan sistem hukum yang memiliki banyak lubang bisa menahan para pelaku kejahatan di belakang terali. Tapi ketika anak laki-lakinya yang berusia lima tahun, Nathaniel, mengalami trauma karena penganiayaan seksual, Nina dan suaminya, Caleb---seorang pengrajin batu yang tenang dan praktis---hancur, tercabik-cabik dalam amarah dan keputusasaan di hadapan sistem pengadilan yang menggelikan, sesuatu yang Nina kenal dengan baik. Dengan mudahnya kejujuran dan pembelaan absolut Nina dijungkirbalikkan, dan dengan membabi buta dia mencari sendiri keadilan bagi anaknya---apa pun konsekuensinya, apa pun pengorbanannya


Review : 
Hati ibu mana yang tidak akan hancur ketika mengetahui bahwa anaknya menjadi korban kejahatan seksual? Hal inilah yang dialami olen Nina Frost. Kejahatan seksual pada anak-anak bukanlah hal yang baru baginya. Sebagai seorang pengacara, Nina telah banyak menangani kasus-kasus seperti ini. Berdasarkan pengalamannya selama ini, Nina tahu bahwa hukum yang berlaku bukanlah hukum yang memihak anak-anak yang menjadi korban. Karena hal itulah, ketika sang anak, Nathaniel, menjadi korban kejahatan seksual, Nina mengambil keputusan sepihak untuk menghakimi tersangka tanpa adanya campur tangan hukum sehingga Nathaniel tidak perlu mengalami trauma dalam menjalani persidangan. Namun, apakah tindakan yang dilakukan Nina itu adalah tindakan yang tepat?

Buku ini adalah buku yang penuh dengan emosi. Penulis sangat pintar dalam memainkan emosi pembaca sehingga bisa turut merasakan apa yang dirasakan oleh para tokoh. Perfect Match sebagian besar diceritakan dari sudut pandang orang ketiga, namun terkadang juga dari sudut pandang Nina. Dari sudut pandang Nina, saya bisa merasakan keputus asaan serta dilema yang dihadapi oleh Nina. Sebagai seorang pengacara, Nina harusnya mampu berpikir jernih untuk menghadapi masalah seperti ini, namun pada akhirnya keinginannya untuk melindungi anaknya mampu mengalahkan akal sehatnya.

Banyak momen-momen mengharukan yang diceritakan di dalam buku ini, terutama ketika cerita difokuskan kepada Nathaniel. Kepolosan Nathaniel serta apa yang yang dialami dan dipikirkannya mampu membuat saya menitikkan air mata ketika membacanya. Selain itu, buku ini juga penuh dengan kejutan sehingga kita tidak akan bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Meskipun demikian, saya merasa kurang puas dengan ending dari buku ini. Memang kebanyakan dari pembaca menginginkan happy ending dari cerita yang dibacanya. Akan tetapi bagi saya, ending dari Perfect Match ini terasa sedikit dipaksakan untuk memenuhi harapan pembaca.

Buku ini menunjukkan betapa besarnya rasa cinta orang tua kepada anak-anaknya sehingga mereka dapat melakukan apa saja tanpa memikirkan konsekuensinya. Namun hendaknya, sebagai manusia janganlah kita dibutakan oleh cinta itu  sehingga membuatkan kita melakukan hal-hal yang nantinya akan kita sesali karena secara kita sadari ataupun tidak, tindakan kita itu tidak hanya akan mempengaruhi kita tapi juga orang-orang di sekitar kita. 

Saya memberikan 4,5 dari 5 bintang untuk buku ini.

"Kalau aku jadi induk burung itu, aku tidak akan membiarkan kau terjatuh."
 

Review : Legend (Legend #1)

Author : Marie Lu
Translator :Lelita Primadani
Kategori : Dystopia
Format : Paperback (382 halaman)
Penerbit : Mizan Fantasi (1 November 2012)
Bahasa : Indonesia
ISBN- 13 : 978-9794337240


Deskripsi Goodreads :
Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.

June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?


Review :
Sebenarnya saya sudah cukup lama tertarik untuk membaca buku ini, karena akhir-akhir ini memang lebih tertarik pada buku dengan genre seperti ini. Tapi waktu lihat cover versi Indonesia-nya, sempat kecewa dan akhirnya membaca bukunya tertunda lagi.

Buku yang bersetting di Los Angeles tahun 2130 ini menceritakan tentang Day yang merupakan buronan yang paling dicari di Republik. Pemerintah tidak memiliki data apa-apa tentang Day walaupun dia memiliki banyak catatan kriminal. Dalam salah satu aksinya, Day diduga membunuh salah satu prajurit Republik, Metias. June merupakan adik Metias dan dia bersumpah untuk menangkap Day bagaimanapun caranya untuk membalas kematian kakaknya.

Saya sangat menikmati gaya bercerita penulis.  Cerita yang ditampilkannya mengalir sehingga tanpa kita sadari kita sudah berada di halaman terakhir. Legend juga diceritakan dari dua sudut pandang, dan ini menjadi nilai tambah bagi Legend karena dapat membuat pembaca menjadi tidak bosan dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang keadaan yang dihadapi tokohnya. Seperti novel dystopian lainnya, Legend juga penuh dengan rahasia dan dibumbui dengan banyak aksi.

Hal lain yang menarik dari Legend adalah tokoh-tokohnya, terutama Day dan June. Mereka berdua berasal kalangan yang berbeda sehingga dapat memberikan pandangan yang berbeda terhadap keadaan yang terjadi di Republik. Keduanya juga merupakan karakter yang kuat, cerdas dan berani. Meskipun apa yang mereka lakukan berlawanan satu sama lain, tapi mereka melakukan itu untuk sesuatu yang mereka yakini.

Di dalam buku ini juga diceritakan kisah cinta antara Day dan June, tapi menurut saya itu bukan hal yang terlalu dominan. Sebenarnya saya kurang merasakan chemistry di antara ke duanya, sehingga saya kurang menikmati kisah cinta yang terjadi karena terkesan sedikit dipaksakan. Tetapi diluar semua itu, saya menikmati Legend. Untuk yang menyukai buku bergenre dystopian, saya merekomendasikan untuk membaca buku ini.

Saya memberikan 4 dari 5 bintang untuk Legend.

"Terkadang aku merasa kita seperti orang yang sama, yang lahir di dua dunia berbeda"


Book Trailer :

Friday, February 8, 2013

Winner!

Giveaway Stardust sudah berakhir, dan sekarang saatnya untuk mengumumkan pemenangnya. Untuk yang belum beruntung jangan kecewa karena saya akan ada giveaway lainnya dalam waktu dekat ini. Okay, langsung saja saya umumkan pemenangnya. Selamat kepada :




Selamat kepada pemenang, dan harap segera mengirimkan konfirmasi untuk kepentingan pengiriman hadiah.
 

Challenge : Receh For Books 2013

Hi!

Walaupun sebenarnya sedikit terlambat, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti challenge ini. Sebenarnya sudah lihat challenge ini dari tahun kemarin, hanya saja karena keadaan yang belum memungkinkan akhirnya baru bisa bergabung sekarang. Receh For Books adalah challenge yang di host oleh Maya Floria @ Dear Readers.



Untuk yang berminat untuk bergabung, berikut adalah aturan-aturan dari challenge ini :
1. Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember
2. Jangan dihitung sampai akhir tahun 2013
3. Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain
4. Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky J
5. Pasang banner Receh for book(s)