Thursday, September 26, 2013

Review : Labirin Rasa : Beri Ruang untuk Hati Temukan Cintanya

Author : Eka Situmorang-Sir
Kategori : Romance, Travel
Format : Paperback (264 halaman)
Penerbit : Wahyu Media (26 Juli 2013)
Bahasa : Indonesia
ISBN- 10 : 9797957535

ISBN- 13 : 978-9797957537


Review :

Labirin Rasa menceritakan tentang seorang gadis yang sedang mencari jati dirinya. Di awal cerita dikisahkan bahwa Kayla merasakan tekanan dari orang tuanya karena IPK-nya jeblok. Atas saran dari sahabatnya, Kayla memutuskan untuk mengunjungi neneknya di Yogyakarta sekaligus liburan. Dari situlah perjalanan Kayla dimulai. Dalam perjalanan tersebut Kayla mengalami banyak hal serta bertemu banyak orang, mulai dari Ruben yang dianggap Kayla sebagai “pangeran fajar”-nya hingga Patar, pariban Kayla yang galak dan overprotektif. Dalam perjalanannya, Kayla juga mengunjungi berbagai tempat eksotis yang ada di Indonesia, tapi apakah Kayla akan menemukan apa yang dicarinya?
 
Labirin Rasa adalah judul yang benar-benar menggambarkan isi cerita buku ini. Layaknya labirin yang penuh dengan liku dan tantangan, seperti itulah juga kehidupan Kayla. Perjalanannya dalam menemukan jati diri diwarnai oleh berbagai rasa, baik itu suka ataupun duka. Yang saya sukai dari Labirin Rasa adalah ceritanya yang mengalir serta dekat dengan kehidupan kita. Selain, tempat-tempat yang digambarkan oleh penulis juga menjadi daya tarik cerita ini. Labirin Rasa bukan hanya menawarkan cerita cinta yang dialami tokohnya, tetapi kita juga dapat menemukan unsur budaya dan sejarah yang dikemas penulis dalam bentuk petualangan yang dialami Kayla. Satu hal lagi yang saya sukai dari Labirin Rasa adalah quote-quotenya.
 
Disisi lain, seperti kata pepatah “Tak ada gading yang tak retak”, Labirin Rasa juga memiliki kekurangan. Masih banyak terjadi kesalahan penulisan di dalam Labirin Rasa yang saya rasa cukup mengganggu pembaca. Dari awal hingga akhir cerita, banyak sekali terjadi kesalahan dalam penyebutan nama sehingga cukup membuat bingung jika kita tidak membacanya dengan cermat. Selain typo, di dalam Labirin rasa juga masih terjadi inkonsistensi, misalnya penggunaan aku dan gue, apalagi jika keduanya digunakan pada satu kalimat yang sama seperti yang terjadi pada halaman 5. Selain itu, saya merasa ada beberapa kejadian dan tokoh yang menghilang begitu saja sehingga terasa ada bagian yang hilang dari cerita tersebut, misalnya tokoh Dani yang tiba-tiba menghilang tanpa anda penjelasan apa pun.
 
Secara keseluruhan, saya menikmati cerita ini. Sebagai novel debut, saya rasa penulis sudah melakukannya dengan cukup baik. Saya merekomendasikan Labirin untuk pembaca yang menginginkan cerita cinta yang ringan namun penuh dengan petualangan.
 
Saya memberikan tiga bintang untuk Labirin Rasa.
 
 
"Cinta itu ibarat labirin rasa, semakin kamu ingin keluar, semakin jauh kamu tersesat"
 

 

No comments:

Post a Comment